Showing posts with label Kontemplasi. Show all posts

Self talk

by Febryo on Monday, August 8, 2011

Come on, man, grow up!

Rasanya butuh perubahan

by Febryo on Friday, July 29, 2011

Salah satu sifat yang rasanya perlu diubah dariku adalah ketidakbisaan mengekspresikan perasaan. Baik itu perasaan sedih, senang, marah, sayang, apapun itu aku lebih senang memendamnya untuk diri sendiri. Kadang aku ingin sekali mengungkapkan rasa sayang kepada seseorang baik itu teman, keluarga, atau siapapun, tetapi berakhir dengan mengurungkan niat baik itu. Rasanya aku terlalu gengsi atau malu untuk melakukannya. Atau juga ada rasa takut dianggap terlalu berlebihan dan melankolis. Tapi tidak juga. Entahlah.

Mungkin karena aku tumbuh di lingkungan keluarga yang tidak begitu ekspresif, cenderung kaku (namun tidak kehilangan keharmonisan dan romantisme keluarga *smile*). Mungkin. Aku ingin sekali seperti salah satu teman yang bisa mengucapkan selamat kepada teman lain dengan memberikan pelukan, atau seperti teman lainnya yang bisa mengungkapkan ketidaksenangannya terhadap tingkah laku seseorang yang tidak ia sukai langsung kepada orang tersebut.

Hell, I really wish I were brave enough to do so. Time won't change anything. This is me who have to change it.

Kalimat indah ini bernama Doa

by Febryo on Tuesday, July 26, 2011

Khutbah Jum'at buatku pribadi adalah satu hal yang dinanti-nanti. Bukan berarti aku pribadi yang sangat religius, tetapi bagiku, khutbah Jumat yang berkualitas selalu berhasil me-recharge kembali keimanan. Seperti khutbah Jum'at kemarin.

Aku tidak ingat pasti topik khutbahnya, namun sang khatib membahas mengenai 4 doa, yang menurutku benar-benar menjadi doa yang seharusnya dari dulu aku panjatkan kepada-Nya.

  • Jauhkanlah hati ini dari ke-tidak-khusyukan.
  • Jauhkanlah diri ini dari nafsu yang tidak pernah terpuaskan.
  • Jauhkanlah diri ini dari ilmu yang tidak bermanfaat.
  • Jauhkanlah diri ini dari do'a-do'a yang tidak pernah Engkau kabulkan.
Betapa empat kalimat indah di atas selalu ter-rewind di dalam benakku. Rasanya, doa itu cukup menjawab sesuatu yang selama ini mengganjal di dalam pikiranku. Sebagai manusia, sebagai hamba-Nya yang tidak memiliki kekuatan apapun selain meminta pertolongan-Nya, rasanya, doa-doa itu sangat mewakili apa yang perlu dimintakan kepada-Nya.

Thanks, Allah, for everything, for every single thing. It's innumerable.

by Febryo on Friday, April 22, 2011

Feeling

by Febryo

My friend said, feelings are there to be felt, not to be thought. You simply can't feel when you still use your brain. Yes, all we need is an open heart.

Go grab a giant mirror

by Febryo on Sunday, February 21, 2010

Mungkin terdengar basi, tapi entah kenapa saya selalu ingat dengan kalimat ini: Kalau mau dihargai orang, kita harus menghargai orang terlebih dahulu, yang juga berlaku buat: kalau menilai jelek orang lain, coba lihat dan nilai diri kamu dulu.

Yah sekedar mengingatkan aja, termasuk buat diri saya sendiri, mungkin kita sering lupa dengan hal-hal kecil begini.